5 Tips Menghadapi Ketakutan Dimasa Depan

footsteps

Setiap hari kita terbangun dari tidur untuk kembali memulai aktifitas dipagi hari, menyiapkan diri untuk kembali bekerja, sekolah, dan melakukan kegiatan lainnya, kadang untuk memulai hari tersebut timbul perasaan malas.

Malas sendiri bisa diartikan sebuah tindakan yang bisa menghalangi dan menunda aktifitas kita.

Bagaimana rasa malas itu muncul? Ternyata banyak hal yang memicu kita untuk malas, dan salah satunya ketakutan untuk menghadapi masa depan, dengan pemikiran ini kita sudah menunda satu pekerjaan yang harusnya kita lakukan.

Bagaimana kita bisa tahu apa yang akan terjadi dihari ini kalau kita tidak mencobanya?? Kita bisa saja memprediksikan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, namun mari kita coba dulu untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan itu, bisa saja besok akan lebih sulit lagi.

1. Mulailah bangun tidur dengan perasaan bersyukur, karena kita masih diberi kesempatan lagi untuk memperbaikinya hari ini, ikhlaskan kaki kita menyentuh lantai pada saat kita terbangun dari tempat tidur yang nyaman itu. Pikirkan hal-hal yang menarik sebelum memulai aktifitas dipagi ini, atau pergilah ke kamar mandi, lalu bersihkan diri kita.

2. Carilah sumber inspirasi pagi hari, seperti ibu kita misalnya? Bayangkan jika beliau selalu menyiapkan hal yang terbaik untuk disantap pagi ini. Dan bagaimana prosesnya?? Ibu selalu ikhlas untuk melakukan semua aktifitas dipagi hari. Nah contohlah beliau, sebuah inspirasi kecil yang ada dari rumah kita.

3. Motivasi diri sendiri, kita bisa membentuk motivasi untuk diri kita dengan niat, berniatlah sungguh-sungguh untuk melawan rasa malas dari diri kita, niat bisa menentukan sebuah kualitas diri. Dengan niat besar berarti kita sudah berani untuk mengambil langkah selanjutnya. Agar nilai dari niat kita berkualitas, lakukan sebuah tindakan nyata. Sering kali nilai dari produktifitas kita berkurang karena niat yang salah, ataupun terlalu banyak menjanjikan kepada diri kita sendiri hal-hal yang belum kita wujudkan.

Apabila niat kita salah maka semua tindakan akan berjalan tak sesuai dengan rencana. Jadi niatlah dengan sungguh-sungguh dan jangan terlalu memikirkan hal-hal yang muluk.

4. Lalu selanjutnya untuk langkah tindakan, jangan pikirkan hal terburuk akan terjadi hari ini, memang kita harus antisipasi dengan segala kemungkinan tersebut. Gunakanlah pikiran positif karena hampir semua pemikiran negatif yang ada dalam bayangan kita itu hanya 10% saja yang akan terjadi.

5. Pasrahkan diri kita kepada Tuhan, hal ini juga merupakan sebuah proses dimana kita diminta untuk bersabar, banyak yang bilang kesabaran seseorang itu ada batasannya, namun ternyata orang yang sabarlah yang jumlahnya terbatas. Jadi nikmatilah proses kehidupan ini, tak perlu takut berbuat salah dan buanglah rasa malas dalam diri kita.

Setiap manusia pasti pernah gagal, namun tergantung bagaimana dia menolong dirinya untuk selalu bangkit kembali. Mari berani.

About the author

Seorang perempuan yang menyukai tantangan, hobi menulis dan parkour, saat ini berprofesi sebagai Public Relation disalah satu sekolah acting yang ada di Jakarta, dan juga freelance MC.
More in Guest Writers, Pengembangan Diri (26 of 45 articles)
finance

Switch to our mobile site